Mukernas AISINDO 15-16 Februari di Prodi Sistem Informasi UPN Yogyakarta

Pada tanggal 15 hingga 16 Februari 2025, Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Informatika, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO). Acara yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan tukar pengetahuan bagi akademisi, praktisi, dan peneliti sistem informasi, tetapi juga menjadi momen bersejarah dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara lima perusahaan dan Program Studi Sistem Informasi UPN Yogyakarta.

Acara Mukernas kali ini menghadirkan berbagai pihak yang berkomitmen untuk mengembangkan kualitas pendidikan sistem informasi, serta memperkuat peran teknologi dalam menyelesaikan tantangan besar yang dihadapi bangsa, termasuk isu penanganan judi online. Dalam forum ini, hadir berbagai institusi pendidikan dan lembaga terkait, seperti UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, dan banyak lagi.

Tony Dwi Susanto, Ketua AISINDO terpilih untuk periode 2025-2029, dalam sambutannya menyampaikan bahwa asosiasi ini akan terus berfokus pada pengembangan kurikulum sistem informasi yang tidak hanya berstandar internasional, tetapi juga memperhatikan kearifan lokal Indonesia. Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi dalam dunia sistem informasi lebih dari sekadar teknologi, melainkan juga menyangkut faktor manusia dan organisasi. Isu-isu seperti perjudian online, keamanan data, dan cyberbullying menjadi fokus utama dalam agenda AISINDO ke depan.

Pada kesempatan ini, AISINDO juga memperkenalkan program baru yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme di bidang sistem informasi. Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong adanya sertifikasi profesi bagi praktisi sistem informasi, mirip dengan standar yang diterapkan di berbagai negara. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan para praktisi memiliki kompetensi yang terukur dan dapat diakui secara profesional.

Selain itu, penandatanganan Letter of Intent antara lima perusahaan dan Prodi Sistem Informasi UPN Yogyakarta menandai dimulainya kerjasama yang lebih erat antara dunia industri dan akademisi. LoI ini bertujuan untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang sistem informasi, guna menciptakan solusi nyata bagi permasalahan yang ada di Indonesia. Dengan dukungan dari perusahaan-perusahaan tersebut, diharapkan para mahasiswa dan dosen di Program Studi Sistem Informasi UPN Yogyakarta dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas, serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proyek-proyek industri yang relevan.

Mukernas AISINDO 2025 di UPN Yogyakarta juga menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional. AISINDO, yang kini menjadi bagian dari jaringan global yang mencakup 52 negara, bertekad untuk memperluas jejaringnya lebih jauh lagi. Dalam beberapa tahun mendatang, asosiasi ini akan terus memperkuat hubungan antara akademisi, peneliti, dan praktisi, guna menciptakan kemajuan yang signifikan di bidang sistem informasi di Indonesia.

Tony Dwi Susanto dan Hartarto, Sekretaris Jenderal AISINDO, sepakat bahwa tantangan terbesar dalam sistem informasi bukan hanya terletak pada teknologi, tetapi pada bagaimana mengelola manusia dan organisasi agar tetap adaptif dan siap menghadapi perubahan zaman.

Dengan langkah strategis yang telah disiapkan, AISINDO berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menghadapi isu-isu nasional dan global, serta mendorong perkembangan yang lebih pesat dalam bidang sistem informasi di Indonesia.